A.TENTANG MINAHASA
MINAHASA terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40′ – 124°50′ BT dan 1°30′ – 1°40′ LUKota ManadoMerupakan dari provinsi Sulawesi Utara Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Minahasa berasal dari kata dasar “ESA” yang berarti “Satu”. Motto dari Sulawesi utara adalahSi Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain" atau "Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Dalam ungkapan Bahasa Manadonya, yang berarti: "Baku beking pande" yang secara umum berarti "Saling menambah pintar dengan orang lain".
B. SUKU MINAHASA
Di Minahasa terdapat beberapa suku yang cukup banyak dan beragam,Berikut merupakan Nama-nama suku yang ada dan tempat di mana suku-suku itu berada
Ø Tonsea; terdapat di sekitar Timur Laut Minahasa.
Ø Tombulu; terdapat di sekitar Barat Laut danau Tondano.
Ø Tontemboan/Tompakewa; terdapat di sekitar Barat Daya Minahasa.
Ø Toulour; terdapat di bagian Timur dan pesisir danau Tondano.
Ø Tonsawang; terdapat di bagian tengah dan Selatan Minahasa.
Ø Pasan atau Ratahan; terdapat di bagian Tenggara Minahasa.
Ø Ponosakan; di bagian Tenggara Minahasa.
Ø Bantik; terdapat di beberapa tempat di pesisir Barat Laut Utara dan Selatan kota Manado.
C. MACAM-MACAM KEBUDAYAAN ASLI DI MINAHASA
Seperti yang kita ketahui Minahasa mempunyai begitu banyak keragaman budaya yang ada. Mulai dari Tarian,alat music,Makanan dan minuman.Berikut beberapa contoh kebudayaan MINAHASA
Mapalus
Mapalus adalah bentuk gotong royong tradisional warisan nenek moyang orang Minahasa di Kota Manado yang merupakan suatu sistem prosedur, metode atau tehnik kerja sama untuk kepentingan bersama oleh masing-masing anggota secara bergiliran. Mapalus muncul atas dasar kesadaran akan adanya kebersamaan, keterbatasan akan kemampuannya baik cara berpikir, berkarya, dan lain sebagainya.Jadi, mapulus ini merupakan suatu bentuk kebersamaan yg selalu di junjung oleh suku MINAHASA dalam menjalin kebersamaan di antara masyarakat Minahasa.
Rumah Panggung Adat MINAHASARumah panggung atau wale merupakan tempat kediaman para anggota rumah tangga orang Minahasa di Kota Manado, dimana didalamnya digunakan sebagai tempat melakukan berbagai aktivitas. Rumah panggung jaman dahulu dimaksudkan untuk menghindari serangan musuh secara mendadak atau serangan binatang buas. Sekalipun keadaan sekarang tidak sama lagi dengan keadaan dahulu, tapi masih banyak penduduk yang membangun rumah panggung berdasarkan konstruksi rumah modern.
Pengucapan Syukur
Pada masa lalu pengucapan syukur diadakan untuk menyampaikan doa atau mantra yang memuji kebesaran dan kekuasaan para dewa atas berkat yang diberikan sambil menari dan menyanyikan lagu pujian dengan syair yang mengagungkan. Saat ini pengucapan syukur di Kota Manado dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja. Pada hari H tersebut setiap rumah tangga menyiapkan makanan dan kue untuk dimakan oleh anggota rumah tangga, juga dipersiapkan bagi para tamu yang datang berkunjung.
Contoh pengucapan syukur sering kali dirangkaikan dengan IBADAH rukun, ucapan syukur kadang di adakan seperti kalau ada yang berulang Tahun,Syukur atas Kesembuhan,atau Berkat-berkat yang telah di terima keluarga tersebut.
Tari Kabasaran
Tari kabasaran sering juga disebut tari cakalele, adalah salah satu seni tari tradisional orang Minahasa yang banyak dimainkan oleh masyarakat Kota Manado, yang biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti menyambut tamu dan pagelaran seni budaya. Tari ini menirukan perilaku dari para leluhur dan merupakan seni tari perang melawan musuh.
Tari MaengketTari maengket adalah salah satu seni tarian rakyat orang Minahasa. Tarian ini disertai dengan nyanyian dan diiringi gendang atau tambur yang biasanya dilakukan sesudah panen padi sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta.Jadi, Tari maengket ini merupakan tarian rakyat untuk Hasil panen yg telah mereka dapatkan yang sejak dulu sudah di ciptakan untuk ucapan syukur atas hasil panen.
Musik Kolintang
Musik kolintang pada awalnya dibuat dari bahan yang disebut wunut dari jenis kayu yang disebut belar. Pada perkembangan selanjutnya, kolintang mulai menggunakan bahan kayu telor dan cempaka. Orkes kolintang sebagai produk seni musik tradisional bukan saja sebagai sarana hiburan, akan tetapi juga sebagai media penerapan pendidikan musik yang dimulai dari anak-anak sekolah di Kota Manado.Musik Bia
Bia adalah sejenis kerang atau keong yang hidup dilaut. Sekitar tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu Minahasa Utara menjadikan kerang/keong sebagai satu tumpukan musik. Musik bia akhirnya telah menjadi salah satu seni musik tradisional yang turut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Manado. Dengan hadirnya musik ini pada pagelaran kesenian dan acara tertentu, telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun nusantara.
MAKANAN
Sejak dulu kala makanan Khas manado sudah terkenal dengan “rasa pedas” yang sangat luar biasa. Jadi kebanyakan orang yg tidak begitu menyukai rasa pedas enggan untuk mencicipi atau merasakan makanan Khas manado. Begitu banyak makanan-makanan khas manado yg terkenal saLah satunya BUBUR MANADO “TINUTUAN”. Tinutuan tidak hanya dapat kita jumpai di Sulawesi Utara saja melainkan di daerah-daerah lain juga sudah banyak yang mencoba untuk menjual makanan tersebut. Masih banyak lagi makana khas manado antara lain : RW(daging Anjing yang di masak dengan berbagai macam bumbu-bumbu khas),ES brenebon( ES yang bahan dasarnya kacang merah),Cucur (kue khas manado)
MINUMAN
Cap Tikus adalah jenis cairan berkadar alkohol rata-rata 40 persen yang dihasilkan melalui penyulingan saguer (cairan putih yang keluar dari mayang pohon enau atau seho dalam bahasa daerah Minahasa).Cap tikus merupakan Minuman khas manado yang sangat sering di jumpai di manado.
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.
begitu banyak orang yang menyukai minuman ini sehingga Cap tikus sangat mudah untuk di dapatkan banyak yg menjualnya di warung-warung atau malah mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.
Minuman ini Sering kita jumpai di acara-acara besar, banyak bapak-bapak atau pemuda-pemuda yang berkumpul berbentuk kelompok-kelompok untuk menikmati minuman ini bersama-sama. Biasanya cap Tikus ini di nikmati bersama RW(makanan khas manado).
KEHIDUPAN SOSIAL SUKU MINAHASA
Dengan membaca arti dari kata “MAPULUS” seperti yang di jelaskan di atas. Kita sudah dapat mendapatkan suatu bayangan di mana suku Minahasa ini selalu bergotong royong dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang ada. Hal ini merupakan hal positif yang sangat baik dan dapat menjalin kebersamaan di antara begitu banyak suku-suka yang ada. Selain di ajarkan untuk bekerjasama kita juga dapat Saling membantu orang yang kesusahan. sekalipun kita Bukan suku asli dari Minahasa jika kita menerapkan Hal ini dalam Hidup kita pastilah banyak orang yang akan Senang dan Hal positif itu juga akan membawa imbas yang baik bagi diri kita sendiri.
Dari bermacam-macam contoh dan penjelasan tentang suku Minahasa yang begitu beragam. Kita dapat mengetahui bahwa suku Minahasa masih menjunjung tinggi Budaya yang mereka miliki, suku Minahasa masih melakukan atau menyelenggarakan acara-acara adat seperti Tarian-tarian. Tarian-tarian tersebut kadang di tampilkan di acara-acara besar Seperti penyambutan Tamu atau ulang Tahun kota Manado
Pengucapan syukur juga sampai sekarang masih sering di adakan oleh suku Minahasa.


